7/26/2008

Sebuah Lukisan Perjalanan Hidup

Ada seorang yg terjebak dlm suatu rencana yg menurutnya di anggap benar,siapakah dia?
dia adalah pemuda yang gagal, dan sekarang tiada lain tinggallah penyesalan yg tak bisa di fahamkan
hidup bagi dia hanyalah khayalan,karna semua yang didambakan sudah terbenam dan sepertinya tak akan mugkin dpt ia laksanakan. dlm cerita ini adalah suatu pengalaman pahit yg pernah di alami dari salah satu temen sedjati group dan sampai sekarang belum ditemukanya jalan untuk menuju pemecahan:sebenarnya dulu dia orang yang cukup bisa di bilang baik di mata keluarga,di masyarakat pun sebaliknya.tapi kenapa sekarang justru dia yang terjebak ke dalam sifat baik yang selama itu dia taati.tapi semua itu cukup berarti bagi hidupnya,dan dengan peristiwa itu sedikit ia bisa terjemahkan suatu pengalaman,kejadian semacam itu takkan mungkin terfahamkan sampai sekarang jikalau tak pernah ia merasakan,memang sakit rasanya kalau kita sebagai anak melihat dan diperlakukan orang tua seperti yang di alaminya,tapi mungkin hanya sebagian kecil orang tua berlaku demikian,waktu itu dia baru lulus sebuah pendidikan, tgl 28 oktober 2003 saat itulah betul-betul tak bisa terlupakan,sang orang tua mulai tak suka dan lalu mengusirnya dari rumah tercinta,karna dia yang terlalu bodoh,tak bisa ngerti nikmat dunia.Mulai saat itu dengan terpaksa mau gak mau dia harus terima hidup di dunia tanpa orang tua yang selalu ada di saat dia membutuhkanya,ibarat lapar atau pun kenyang tergantung bagaimana cara ia mengatasinya,tetapi karna yang di atas mungkin masih menyayanginya, sehingga sampai sekarang mungkin dia masih bisa mengingatnya.pertama -tama setelah urus semua surat2 dari kepala desa dia langsung pergi ke jogjakarta meskipun berusaha,disana dia tak bisa bertahan lama,karna selain waktu itu biaya untuk makan mahal,dia juga susah dapat kerja.beruntung saja usahanya cari kerja di sana dpt terlaksana,meskipun begitu pahit 8 bulan dia sempat kerja dan menetap di sana.setelah di anggap lama 8 bln pergi dari rumah,dia kira masalah sudah reda, lalu dia pun memutuskan tuk kembali ke tempat asalnya.sungguh tak terduga,ternyata masalahnya makin tambah gila,hari itu dia di usir untuk kedua kalinya, dan yang sama sekali tak dia sangka kali ini bukan hanya menghadapi keluarga tapi seluruh warga kampung asal kelahiranya. bahkan yang dia kira seorang sahabat yang setia dimana susah ataupun senang sering bersamanya pun ikut bersama mereka yang memusuhinya,dengan peristiwa itu ia terjemahkan suatu pengalaman dan salah satu pengertian baginya setiap detik, setiap waktu, fikiran manusia itu bisa berubah-ubah,seorang sahabat yang dulu pernah sepakat susah atau pun senang dipikul dan di jalani bersama telah ingkar dan berkhianat padanya karna ada bujukan serta rayuan dari seorang yang tak suka.lalu mulailah dia putuskan tuk ke dua kalinya ,dengan cepat tersusunlah rencana,karna kecewa ia pun mulai yakin tuk tak akan pernah lagi kembali ke kampung halamanya,Semula memang berat rasanya berpisah dengan semua orang yang tercinta;ortu,sanak saudara,teman,sahabat bahkan seseorang yang khusus yang menjadi belahan jiwanya.Dengan sangat terpaksa dia pun rela melepasnya.kala itu dia pun ingat waktu di jogja, ada kenalan yang sempat mengajaknya kerja, lanjut dia pun mencarinya dan setelah akhirnya berjumpa,dia pun langsung diajaknya bekerja. ternyata pekerjaan yang terbayang tak seperti yang di dambakanya.semua pekerjaan yg dia jalani bersamanya,sangat bertentangan dengan agama,karna itu adalah satu-satunya,dia pun laksanakan dengan sangat terpaksa,, saat itu dia tak bisa apa-apa,karna hanya pekerjaan itulah satu-satunya yang ada.tanpa ada orang dan pekerjaan itu,mungkin dia sudah putus asa dan tak akan bisa bertahan sampai lama, sampai sekarang ini maksudnya.
Semua berawal di saat ketika dia pernah jatuh sakit dan tak bisa apa-apa, hanya seorang teman baru itulah satu-satunya orang yang ada,dan bersedia di kala dia merasa membutuhkan orang lain di sampingnya,saat itu dia pun merasa berhutang nyawa sama dia{teman barunya}.kala dia meminta pastilah dia kasih selagi dia bisa.karna tuk biaya selama dia sakit tidak lah sedikit,ternyata sang teman banyak hutangnya,karna pada dasarnya sang teman adalah tipikal yang sangat brutal dan pemberani, sang teman pun mulai menghalalkan segala cara agar dapat bayar semua utang2nya.sebagai yang bersangkutan dia pun gak tega melihatnya sengsara,karna temanya menderita, semata-mata hanya untuk membela dirinya yang ia kenal belum begitu lama.dan mereka pun mulai terjun bersama tuk melakukan setiap aksi aksi yang dengan terpaksa harus dilakoninya.setelah segalanya berlangsung begitu lama,akhirnya hutang-hutang itu pun lunas juga,lalu mereka pun segera menyusun rencana selanjutnya.Kali ini si dia mengajak temanya tuk berhenti dari segala aksi-aksi yang selama itu telah mereka lakoni bersama.karna merasa cocok dan nyaman dengan pekerjaan kotornya itu, sepertinya sang teman tak rela meninggalkanya,Sang teman pun menolak ajakan dia.Dengan perasaan kecewa si dia pun harus menerimanya.Karna telah berbeda jalan,akhirnya mereka pun berpisah jua,dan sampai di situ,dengan berat hati si dia harus berpamitan dengan sahabat baik yang selama itu telah menolongnya.Dengan penuh haru dan kecewa karna sahabat tak mau sejalan dengan dirinya,dia pun bergegas pamit meniggalkanya.
Dan mulailah si dia menjalani perpisahan tuk sekian kalinya,kali ini yang dia tuju adalah kota jakarta{bintaro tepatnya}karena salah seorang teman ada juga yang di sana,setelah perjalanan satu hari akhirnya si dia pun sampai juga di jakarta.Dan mulailah dia mencari alamat temanya yang ada di sana,dan setelah mengeluarkan waktu cukup lama akhirnya si dia boleh merasa lega,karna ketemu juga alamat yang di cari-carinya.Terkejutlah sang teman melihat kedatanganya,maklum si dia datang,tak terduga oleh temanya.karna sang teman taubersambung

Tidak ada komentar: